Jumat, 10 Maret 2017

10 Cara Bernafas yang Baik Saat Melahirkan

10 Cara Bernafas yang Baik Saat Melahirkan
10 Cara Bernafas yang Baik Saat Melahirkan
Persalinan merupakan saat paling mendebarkan yang menjadi pertanda akhir dari kehamilan. Ibu hamil mana yang tidak sabar menunggu waktu tersebut? Berbagai persiapanpun dilakukan untuk menyambut si buah hati lahir ke dunia. Selain mental dan materi, ibu hamil juga harus mempersiapkan fisiknya karena proses melahirkan tidak hanya menguras pikiran, tetapi juga energi.

Pengetahuan juga menjadi dasar penting dalam persiapan menjelang persalinan. Seorang ibu hamil harus tahu bagaimana cara bernafas yang baik agar ia dapat melahirkan dengan lancar. Dengan pernafasan yang tepat, ibu hamil dapat lebih rileks dan ada jaminan masuknya oksigen yang memadai serta bisa dengan responsif mengubah teknik pernafasan sebagai tanggapan pada intensitas kontraksi.

Kebanyakan ibu hamil yang akan melahirkan memakai teknik pernafasan lambat selama persalinan. Meskipun Anda bisa saja melakukan hal yang sama, namun Anda dapat memvariasikannya dengan pernafasan yang paling nyaman untuk Anda sesuai dengan kebutuhan. Berikut adalah beberapa tips yang bisa dipraktekkan untuk bernafas dengan baik:
  1. Tarik nafas dalam-dalam melalui hidung dan hembuskan pelan-pelan melalui mulut dalam arus panjang yang stabil sesaat setelah terjadi kontraksi. Buatlah otot-otot wajah rileks dan tubuh menjadi lemas dengan membayangkan seolah-olah semua ketegangan yang ada keluar dari tubuh saat menghembuskan nafas. Mendesah dengan panjang untuk menghentikan pernafasan ini.
  2. Pusatkan perhatian dan ingatkan diri sendiri untuk terus bernafas dengan santai dan nyaman saat kontraksi memuncak.
  3. Minta bantuan suami untuk mengingatkan Anda memperlambat pernafasan kalau Anda mulai melakukannya dengan cepat saat menghadapi kontraksi yang intens.
  4. Berhenti sebentar dan ambil nafas yang dalam saat Anda masih bernafas terlalu cepat. Lakukan secara berkala untuk mengingatkan diri sendiri supaya memperlambat nafas.
  5. Tarik nafas dengan cepat dan keluarkan sampai menimbulkan suara yang didengar oleh orang di dekat Anda melalui mulut yang sedikit terbuka dan rileks. Tidak perlu ragu untuk bergumam atau berteriak saat melakukan teknik pernafasan ini selama proses persalinan.
  6. Posisi bahu sebaiknya tetap ke bawah dan rileks. Begitu pula dengan dada dan perut yang harus dibuat rileks, sehingga keduanya akan menggembung saat menarik nafas dan kembali normal saat menghembuskan nafas.
  7. Jangan panik dan bernafas dengan tergesa-gesa. Nafas yang terengah-engah dapat membuat Anda merasa cepat lelah dan mengurangi asupan oksigen yang bisa menyebabkan hiperventilasi.
  8. Bernafas juga sebaiknya tidak dilakukan dengan terburu-buru. Hal tersebut dapat menyebabkan terlalu banyak karbondioksida yang masuk ke pernafasan, menyebabkan kepala pusing dan menimbulkan sensasi kesemutan pada jari tangan, jari kaki bahkan wajah.
  9. Jangan menahan nafas. Proses melahirkan bisa membuat Anda kelelahan karena biru pada wajah, pembuluh darah yang membesar pada saat mengejan dan menahan nafas yang juga dapat menghalangi asupan oksigen yang dibutuhkan oleh bayi.
  10. Beri tanda pada suami pada saat kontraksi berakhir. Anda juga bisa mengambil nafas dalam-dalam, rileks dan akhiri dengan mendesah.
Untuk dapat menguasai teknik pernafasan saat melahirkan, Anda dapat mengikuti kelas khusus untuk ibu hamil. Anda juga dapat memperoleh informasi yang mendukung lainnya dari berbagai sumber seperti majalah ibu hamil dan forum-forum kehamilan di internet. Dapatkan pula dukungan dari orang sekitar terutama suami yang akan menemani Anda selama proses persalinan. Dengan begitu, Anda bisa diingatkan untuk memperlambat pernafasan dan kembali rileks.
Previous Post
Next Post

0 komentar:

Monggo komentar kritik, saran di kolom dibawah ini atau hanya sekedar titip salam ke pacar juga boleh ... :D

Terus jadikan blog footherbal menjadi blog terbaik buat mencari ilmu kesehatan, kehamilan, gaya hidup, kecantikan dan lain sebagainya ... :)